Semua Parenting Itu.. Baik
Makin kesini, parenting udah jadi kaya aliran kepercayaan ya.
mana tim yang harus peluk anak 8 kali sehari biar mentalnya bagus?
mana yang hobi ngebiarin anak nangis sampe ketiduran, dengan harapan jadi mandiri?
atau mana yang ngelarang anak buat minta THR dengan harapan si anak ga punya mental pengemis?
Semua merasa paling benar. Semua merasa punya gelar master dari universitas bernama Pengalaman.
Bagi saya, semua parenting itu baik. Tak terkecuali parenting yang udah di turunkan orang tua kita dulu (yang sering di jadikan kambing hitam, sama parenting yang katanya 'jaman now')
Semua orang tua, dengan beragam parentingnya, punya landasan yang berbeda beda. Nggak bisa di samaratakan.
Kadang, yang sering dilabel “parenting toxic” pun, kalau ditelisik lebih dalam, niat awalnya juga sama: sayang.
Contoh, orang tua yang suka maksa anak ikut les dari pagi sampai malam. Mungkin kelihatan ambisius, overbearing, dan bisa masuk headline “Parenting Gagal Versi Twitter”. Tapi coba tanya, kenapa maksa? Karena takut anaknya kalah bersaing. Karena dia pernah ngerasain sakitnya nggak bisa kuliah karena miskin. Karena dia trauma. Apakah salah? Nggak juga. Salah tempat mungkin, tapi niatnya? Baik.
Jadi, boleh banget kritik metode. Tapi jangan lupa kasih ruang untuk empati. Karena di balik setiap “jangan begitu ke anakmu”, ada cerita luka masa kecil yang belum sempat sembuh. Dan setiap orang tua, sejatinya, sedang berusaha memperbaiki versi mereka sendiri.
Kita cuma bisa kasih perspektif, bukan vonis. Parenting bukan matematika. Nggak ada rumus mutlak. Kalau anak A cocok pakai cara Montessori, belum tentu anak B nggak perlu bentakan sesekali buat ngerti hidup itu keras. Hidup nggak serapi feed Instagram.
Jadi ya, mari kita akui. Semua parenting itu baik. Tapi ya... jangan fanatik juga, bos. Kalau udah sampai nyuruh tetangga ganti cara ngasuh anak karena “menurut buku ini tuh salah”, itu udah bukan parenting, itu udah dakwah keras kepala.
Karena pada akhirnya, parenting itu bukan soal sempurna. Tapi soal terus mencoba. Dan setiap orang tua, mau pakai cara lembut, keras, atau absurd sekalipun, sedang berjuang pakai versi terbaik yang mereka tahu.
Kalau pun ada yang salah, ya itu namanya hidup. Anak-anak juga nanti tumbuh, marah, protes, dan… jadi orang tua juga. Lalu giliran mereka yang dinilai.
Siklusnya manis, ya. Atau nyebelin. Tergantung kamu lagi jadi anak atau udah jadi orang tua.

Komentar
Posting Komentar