Kutukan Social Media Untuk Content Creator
Social media itu kejam, bagi.. Content Creator
Mintanya perhatian terus, konsisten terus, dan kalau kamu bengong dikit aja... dia pindah ke orang lain. Tanpa pamit. Tanpa pesan terakhir.
Yang kemarin bilang “ini content creator favorit gue lho”, sekarang udah swipe ke akun lain yang lebih lucu, lebih ganteng, lebih cepat upload, hanya karena kamu 'bengong sebentar'
Nggak ada ampun.
Konten terakhir kamu baru 2 hari lalu?
“Duh, kok sepi ya sekarang…”
“Masih hidup nggak sih dia?”
“Yah, udah bosen ah.”
Welcome to the cruel stage of social media, where everyone claps only if kamu goyang terus.
Kreativitas? Harus 24/7.
Mentok ide? Terserah. Algoritma nggak peduli.
Kamu bisa galau, kamu bisa burnout, tapi audiens pengennya kamu tetap ngelawak, tetap jujur, tetap relate.
Jangan sedih, jangan capek, jangan skip hari. Karena kalau kamu berhenti mikir satu hari... satu konten baru akan lahir dari creator lain yang lebih lapar dari kamu.
Ini bukan dunia saling menginspirasi.
Ini sirkus.
Dan semua penonton siap pindah tenda kapan aja, kalau pertunjukan kamu membosankan.
Mau ngeluh? Silakan. Tapi feed tetap harus aktif.
Caption boleh curhat, tapi tetap harus lucu.
Kalau engagement turun, kamu yang salah.
Kamu yang harus evaluasi.
Karena algoritma itu kayak Tuhan kecil: dia maha tahu tapi nggak bisa disuap.
Makanya content creator itu bukan profesi.
Lebih tepatnya: kutukan modern dengan followers.
Setiap hari harus mikir: “Gue bikin apa lagi ya hari ini?”
Padahal mood lagi kering, ide udah mentok, dan kepala isinya cuma keinginan buat uninstall semua app.
Tapi tetap... kamera harus nyala.
Mulut harus bicara.
Script harus jalan.
Demi bisa pesen nasgor solaria tanpa mikir.
Karena sekali kamu diam, kamu bisa dilupakan.
Di dunia ini, yang konsisten menang. Yang ngide terus, naik.
Yang jenius tapi cuma muncul sebulan sekali?
Good luck, Mas. Nggak ada tempat buat creator angin-anginan di TikTok dan IG.
Dan itulah kenapa... kadang, kita bikin konten bukan karena punya sesuatu untuk disampaikan. Tapi karena takut ditinggal.
Takut views turun. Takut jadi “eh, dia ke mana ya sekarang?”
Takut jadi nama yang pernah disebut... lalu dilupakan.
Jadi, buat kamu yang nonton dan suka bilang “kok dia sekarang nggak sekeren dulu ya?”
Mungkin karena dia udah capek.
Tapi belum bisa berhenti.
Karena kalau berhenti...
algoritma langsung bilang:
“Next!”

Komentar
Posting Komentar